Keutamaan Membaca " YAA ARHAMAR ROHIMIIN "
Pintu pelapang
terbesar lainnya adalah membaca Ya Arhamar Rohimin, salah satu kalimat yang
disebut-sebut sebagai al-Ism al-A’zham (nama Alloh yang paling agung).
Di
dalam kitab Al-Isti’ab fi ma’rifat al-Ashhab, Al-Hafidz Ibnu Abdul barr
menceritakan sebuah riwayat-dengan sanad yang bersambung- dari Al-Laits bin
Sa’ad, “Telah sampai padaku satu berita bahwa Zaid bin Al-Haritsah pernah
hendak menyewa seekor bighal dari seseorang warga Tha’if. Namun orang itu
mensyaratkan untuk membawanya ke suatu tempat yang dipilihnya. Ternyata orang
itu membawanya ke bekas reruntuhan suatu bangunan. Orang itu berkata,
‘turunlah!’ dan zaid pun turun. Ternyata di tempat itu Zaid menemukan banyak
sekali bekas-bekas korban pembunuhan. Maka, ketika orang itu hendak
membunuhnya, Zaid berkata, ‘Biarkan aku mengerjakan shalat dua rakaat terlebih
dahulu.’ Orang itu menjawab, ‘silakan. Dulu, mereka juga mengerjakan shalat,
tapi nyatanya shalat sama sekali tidak berguna bagi mereka.’
“ketika
Zaid selesai shalat, lelaki itu segera menghampirinya untuk membunuhnya. Zaid
segera berucap, ‘Ya Arhamar Rohimin.’ Tiba-tiba terdengar suara tanpa rupa:
‘Jangan kau bunuh dia!’ dan membuat lelaki itu ciut. Lelaki itu langsung
mencari-cari sumber suara. Karena tidak menemukannya, ia kembali menghampiri
Zaid. Zaid berucap lagi: ‘Ya Arhama Rohimin .’ peristiwa serupa terulang
lagi,dan orang itu pun berusaha mencari-cari sumber suara, namun sia-sia.
Hingga pada kali, setelah Zaid berucap: ‘Ya Arhamar Rohimin’, tiba-tiba muncul
seorang prajurit menunggang kuda sambil memegang tombak besi dengan api di
ujung tombak. Si Prajurit langsung menyerang lelaki itu dengan tombaknya hingga
tembus sampai di punggung dan langsung tersungkur ke tanah, mati. Kemudian sang
prajurit berkata kepada Zaid, ‘Ketika engkau berucap: Ya Arhamar Rohimin pada
kali yang pertama, aku sedang berada di langit ke tujuh. Ketika engkau berucap:
Ya Arhamar Rohimin pada kali yang kedua, aku telah berada di langit dunia, dan
tatkala engkau mengucapkannyapada kali yang ketiga aku pun datang
menghampirimu.’’’
Berkaitan
dengan kisah ini, ada seuntai bait yang sangat indah:
Zaid yang dicinta,
menyewa dari seorang lelaki seekor tunggangan, keduanya mampir di suatu tempat
Tidak ada sesuatu pun
di tempat itu selain tulang belulang korban pembunuhan Pelakunya lelaki itu,
dan ia hendak menyerangnya juga
Maka Zaid meminta
pertolongan kepada Yang Maha Penyayang
Untuk menghadapinya,
ternyata ia diselamatkan dari ancaman si terkutuk
Comments
Post a Comment